Nasehat Ilahi

Jumat, 25 September 2009

Melihat Neraka Di Depan Mata (Semoga Allah Menyelamatkan Kita Darinya)

Tidak ada akhir yang paling buruk dalam perjalanan kehidupan manusia kecuali jika ia dijerumuskan ke dalam neraka. Sebagaimana syurga disediakan bagi orang yang beriman dan ta’at, maka neraka telah disiapkan bagi mereka yang ingkar dan ma’shiyat. Namun, berbeda dengan syurga yang digambarkan oleh Allah dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya dengan penuh kenikmatan dan kegembiraan, maka neraka adalah tempat kembali yang penuh dengan kehinaan dan kesengsaraan.

Demikian hebatnya penderitaan yang akan dialami oleh seorang penduduk neraka kelak, sehingga jika ia pernah hidup dengan segala kenikmatan di dunia, maka sekejap saja di neraka dapat menghilangkan seluruh memory kenikmatan yang pernah ia kecap.

Dari Anas Ibn Malik radhiyaLlahu ‘anhu, bersabda RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam, “Didatangkanlah salah seorang penduduk neraka dari penghuni dunia yang paling besar nikmatnya saat hidup di dunia, maka ia dicelupkan sekejap saja ke dalam neraka. Kemudian ditanyalah kepadanya, “Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kebaikan sedikit saja, pernahkah engkau merasakan nikmat sedikit saja ..?” Maka ia berkata, “Demi Allah, tidak, wahai Tuhanku.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Sebagian Penjelasan Al-Qur’an Tentang Keadaan di Neraka

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Al-Hadiid ayat 16)

Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. (Q.S. Al-Insaan ayat 4)

Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Q.S. Al-Kahfi ayat 29)

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, Yaitu orang-orang yang sesat. Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (Q.S. Al-Hijr ayat 42-44)

Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" (Q.S. Al-Mulk ayat 6-8)

Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka): "Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. Al-Ankaabut ayat 55)

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui. (Q.S. At-Taubah ayat 81)

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. (Q.S. Al-Waqi’ah ayat 41-44)

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At-Tahriim ayat 6)

Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning. (Q.S. Al-Mursalaat ayat 32–33)

Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka, dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini". (Q.S. Al-Hajj ayat 19 – 22)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An-Nisaa ayat 56)

Sesungguhnya pohon zaqqum itu, Makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, Seperti mendidihnya air yang amat panas. (Q.S. Ad-Dukhaan ayat 43-46)

Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, Diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya Dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat. (Q.S. Ibrahim ayat 16 – 17)

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh Kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". (Q.S. Az-Zukhruuf ayat 74 – 77)

Sebagian Penjelasan Hadits-Hadits Shahihah Tentang Keadaan di Neraka

عن أبي هريرةَ رضي الله عنه أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قال: « نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً قَالَ فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا »

“Api kalian ini (yang dinyalakan oleh manusia), hanyalah sepertujuh puluh bagian dari api di neraka jahannam” Berkata salah seorang sahabat, “Ya RasuluLlah, api ini saja sudah cukup panas untuk kami.” Beliau shallaLlahu alayhi wa sallam melanjutkan, “Sesungguhnya api neraka masih melebihinya dengan enam puluh Sembilan bagian lagi, masing-masing bagian sama dengan panasnya api kalian ini.” (Muttafaq alayhi dari sahabat abu Hurayrah)

عن ابن عباسٍ رضي الله عنهما أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قال: « لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنْ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامَه »، رواه النسائيُّ والترمذيُّ وابنُ ماجة

“Sekiranya satu tetes saja dari pohon Zaqqum dijatuhkan ke negeri dunia, pastilah ia akan merusak seluruh sumber kehidupan penduduk dunia. Maka bagimana pula keadaan orang yang memakannya ?” (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah)

عن النعمانِ بن بَشِيرٍ رضي الله عنه أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قال: « إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلَانِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِ الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا »، رواه مسلم وللبخاريِّ نحوه

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang mengenakan dua sandal dari api neraka, sehingga mendidihlah otaknya, seperti mendidihnya air dalam ketel. Orang itu merasa tidak ada orang lain yang mendapat siksa lebih keras darinya, padahal siksanya adalah yang teringan. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan Bukhari dengan makna yang serupa)

وفي صحيح مسلم عن جابر بن عبدالله رضي الله عنهما أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قال: « كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّار »

“Setiap yang memabukkan itu haram. Sesungguhnya Allah azza wa jalla memiliki janji kepada orang-orang yang meminum minuman memabukkan, bahwasanya Dia akan memberi mereka minum dari Thiinatul Khabaal. Bertanya para sahabat, “Apakah Thiinatul Khabaal itu ya RasuluLlah ..?” Beliau menjawab, “Minuman dari keringat penghuni neraka atau dari perasan tubuh mereka.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Sifat Neraka menurut Ibnul Jauzy

“Itulah tempat yang penghuninya dikhususkan dengan kejauhan, serta terhalangi dari keinginan dan kebahagiaan. Wajah mereka yang berseri-seri berubah menjadi hitam. Mereka dipukul dengan pemukul yang lebih kuat dari gunung. Di atasnya terdapat para malaikat yang kasar dan keras. Sekiranya kalian melihat mereka berkubang dalam air yang mendidih. Mereka dijauhkan dari rasa dingin. Mereka senantiasa bersedih, tidak pernah bergembira. Tempat tinggal mereka telah ditetapkan, dan tidak bisa ditinggalkan, mereka kekal didalamnya. Mereka menangisi masa muda yang lenyap sia-sia. Aduhai, alangkah menyesalnya mereka dengan kemarahan Sang Pencipta. Betapa besar keburukan siksa yang mereka terima. Betapa jeleknya mereka di antara para makhluk dan di hadapan para saksi. Mana hasil yang mereka kumpulkan di dunia ? Mana jerih payah mereka dari dosa ? Semua itu bagaikan mimpi belaka. Tubuh-tubuh mereka dibakar, dikembalikan lagi seperti semula, lalu dibakar kembali. Demikianlah adzab yang terus menerus, tanpa henti.”

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari siksa neraka.
Allahumma amin …


Ditulis untuk Kajian Ba'da Tarawih
Masjid Mush'ab ibn Umair, Villa Bogor Indah
Malam ke25 Ramadhan 1430 H

Hamba yang butuh kepada Rabb-Nya
Muhammad Setiawan

Tidak ada komentar: