Nasehat Ilahi

Jumat, 25 September 2009

Karakteristik Penghuni Syurga Berdasarkan al-Qur’an dan As-Sunnah (Semoga Kita Termasuk dari Mereka)

Kemarin kita telah membahas kenikmatan, kesenangan dan kegembiraan dalam syurga. Demi Allah, sesungguhnya Syurga berhak menjadi tujuan bagi orang-orang yang beramal dan ajang kompetisi bagi mereka yang berlomba-lomba mengejar kebaikan, bahkan jika mereka menghabiskan seluruh usianya untuk menggapai syurga itu.

Jika kita bertanya, bagaimanakah cara mencapai syurga yang dijanjikan Allah tersebut, maka sungguh penjelasan tentang itu sudah sangat lengkap dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah As-Shahihah.

Beberapa Karakter Penghuni Syurga Berdasarkan Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman :
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S Ali Imran ayat 133-135)

Inilah beberapa sifat penghuni syurga yang disebutkan dalam ayat di atas :

1. Orang-orang yang bertaqwa
Yaitu orang yang menjaga dirinya dari adzab neraka dengan jalan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.

2. Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit
Mereka menunaikan hak-hak hartanya dengan mengeluarkannya di jalan kebaikan. Menafkahi keluarga, membayar zakat, infaq dan sedekah. Bahkan kesempitan rizki tidak menghalanginya untuk tetap berinfaq.

3. Dan orang-orang yang menahan amarahnya
Mereka mampu mengendalikan dirinya saat marah. Tidak pula dengki dan melampaui batas saat marah kepada seseorang.

4. Mema'afkan (kesalahan) orang
Ia memaafkan kesalahan orang yang menzhalimi mereka. Meskipun mereka mampu untuk membalasnya. Firman Allah, “Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Menunjukkan, maaf yang diberikan itu adalah dalam koridor kebaikan. Sehingga, kepada seseorang yang tetap saja berbuat zhalim meski telah dimaafkan, maka memberi hukuman adalah yang lebih tepat baginya.

5. Memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka
Mereka teliti terhadap kesalahan-kesalahan dirinya. Lebih teliti menilai kesalahan dirinya daripada meneliti kesalahan orang lain. Merekapun segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah.

6. Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya
Taubat mereka adalah taubat yang sejati (taubatan nashuha). Taubat yang diiringi dengan rasa penyesalan dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang lalu.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, Dan orang-orang yang menunaikan zakat, Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (Q.S. Al-Mu’minun ayat 1 – 11)

Ayat-ayat yang mulia di atas juga menjelaskan sifat-sifat penghuni syurga :

1. Orang-orang yang beriman
Yaitu mereka yang beriman kepada Allah dan kepada hal-hal yang wajib untuk diimani. Seperti keimanan kepada malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan takdir yang baik dan buruk. Keimanannya sempurna disertai dengan penerimaan, tunduk dan patuh, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

2. Orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya
Saat shalat hati mereka hadir dan tubuh mereka tenang. Mereka seolah-olah sedang berdiri di hadapan Alllah Ta’ala.

3. Orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
Mereka bertekad untuk tidak mengerjakan hal-hal yang laghwu (perkataan dan perbuatan yang tidak membawa manfaat dunia maupun agama). Waktu mereka adalah salah satu modal yang paling berharga.

4. Orang-orang yang menunaikan zakat
Mereka tidak pernah lalai dalam menunaikan zakat. Mereka meyakini bahwa harta yang mereka miliki adalah titipan dari Allah.

5. Orang-orang yang menjaga kemaluannya
Mereka tidak menempuh jalan yang keji dalam menyalurkan keinginan syahwatnya. Menjauhi zina dan pintu-pintu penghantarnya.

6. Orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
Mereka adalah orang-orang yang terpercaya dalam memegang amanah dan berusaha kuat melaksanakan janji.

7. Orang-orang yang memelihara shalatnya

Mereka melaksanakan shalat tepat waktu dengan berusaha menyempurnakan rukun dan syaratnya.

Beberapa Karakter Penghuni Syurga Berdasarkan Hadits RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قال: « مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ »، رواه مسلم

“Barangsiapa yang menempuh jalan yang dengannya ia meraih satu ilmu, maka Allah akan memudahkan langkahnya menuju syurga.” (Hadits riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Hurayrah)

وله عنه أيضاً أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قالَ: « أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ »

Rasulullah shallaLlahu alayhi wa sallam bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan hal-hal yang dapat menghapuskan kesalahanmu dan mengangkat derajatmu (di syurga) ?” Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah” Beliau bersabda, “Sempurnakanlah wudhu meski di waktu-waktu yang sulit, perbanyaklah langkah ke masjid, dan tunggulah shalat berikutnya setelah melaksanakan satu shalat.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurayrah)

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Dari Ummu Habibah ra, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallaLlahu alayhi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan Shalat sunnah (bukan fardhu) karena Allah, sebanyak dua belas rakaat setiap harinya, kecuali Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga’.” (HR Muslim).

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا مِنْ مَالِهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Dari Ali Ibn Abi Thalib radhiyaLlahu 'anhu ia berkata, "Telah bersabda Rasulullah shallaLlahu alayhi wa sallam, "Barangsiapa yang membangun sebuah masjid dari hartanya, Allah Ta'ala akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga."(HR An-Nasa'i)

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

Dari Abu Musa al-Asy'ari' radhiyaLlahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallaLlahu alayhi wa sallam bersabda, "Apabila wafat anak seorang hamba, maka Allah akan berfirman kepada paa malaikat, "Apakah kalian telah mengambil anak hambaKu?" Maka mereka berkata, "Ya". Allah berfirman lagi, "Apakah engkau telah mengambil buah hatinya." Mereka berkata, "Ya". Maka Allah berfirman, "Apa yang diucapkan oleh hambaku?" Maka mereka berkata, "Ia memujiMu dan mengembalikan urusan kepadaMu." Maka Allah berfirman kepada para malaikat, "Bangunkan untuk hambaku sebuah rumah di syurga dan namakan rumah itu baytul hamd" (HR Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Silsilah Shohih)

عن عروة بن الزبير قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (من سد فرجة في صف رفع الله بها درجة أو بنى له بها بيتا في الجنة)

"Barangsiapa yang mengisi kekosongan dalam shaf, Allah akan mengangkat derajatnya satu tingkat dan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga." (HR. Ibnu Abi Syaibah, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Silsilah Shohih)

وعن أبي هريرة رضي الله عنه أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ، رواه الترمذيُّ وابنُ حِبَّانَ في صحيحه

Nabi shallaLlahu alayhi wa sallam pernah ditanya mengenai amal yang paling banyak memasukkan orang ke dalam syurga. Maka beliau shallaLlahu alayhi wa sallam menjawab, “Taqwa kepada Allah dan akhlaq yang indah.” (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dari sahabat Abu Hurayrah)

وعن عياض بن حمارٍ المجاشعيِّ أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلّم قال: « أَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَاثَةٌ ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ »، رواه مسلم في حديث طويل

“Penghuni syurga ada tiga golongan: (1) Penguasa yang adil, suka bersedekah dan mendapat tawfiq (tindakannya sesuai dengan syari’at Allah), (2) Seseorang yang penyayang dan memiliki hati yang lembut kepada setiap karib kerabat, (3) Seorang muslim yang senantiasa menjaga kehormatannya dan tidak meminta-minta meskipun ia memiliki tanggungan nafkah yang banyak.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat ‘Iyadh ibn Himar al-Mujasyi’i)


Inilah sebagian sifat-sifat penduduk syurga yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Kita berdo’a kepada Allah, agar Dia mempermudah kita dalam melaksanakan amal-amal tersebut, dan menjadikan kita istiqamah dalam mengerjakannya hingga kematian menjemput kita.

Allahumma amin ...

Ditulis untuk Kajian Ba'da Tarawih
Masjid Mush'ab ibn Umair, Villa Bogor Indah
Malam ke24 Ramadhan 1430 H

Hamba yang butuh kepada Rabb-Nya
Muhammad Setiawan

Tidak ada komentar: